Gaji Perawat Pengaruhi Tingkat Kematian Pasien Jantung

10 Jun

London, Jika kesejahteraan perawat ditingkatkan, kematian pada pasien yang mengalami serangan jantung bisa ditekan. Setidaknya ini terungkap dalam sebuah penelitian di beberapa rumah sakit pemerintah milik Inggris.

Dikutip dari Telegraph, Minggu (16/5/2010), peneliti dari University of Bristol dan London School of Economics membuktikannya dengan mengamati perbedaan gaji perawat di beberapa rumah sakit National Health Service (NHS) dibandingkan gaji karyawan swasta di wilayah yang sama.

Ternyata, semakin besar perbedaannya maka semakin tinggi tingkat kematian pada pasien yang mengalami serangan jantung. Setiap kelipatan 10 sen pada selisih gaji, tingkat kematian meningkat 7 persen.

Di Inggris, perawat yang bekerja untuk pemerintah mendapat gaji yang sama di semua kota atau wilayah. Hal ini menjadi masalah bagi yang bertugas di wilayah tenggara, karena biaya hidupnya relatif paling tinggi dibandingkan wilayah lain.

Menurut para peneliti, perawat yang merasa kurang sejahtera cenderung memilih untuk pindah ke wilayah yang standar hidupnya lebih rendah. Akibatnya daerah makmur hanya mendapat tenaga perawat yang kurang berpengalaman.

Faktor lain yang terungkap adalah beban kerja yang cukup berat di beberapa rumah sakit. Kondisi kelelahan ketika menjalankan shift tambahan membuat para perawat kelelahan dan memicu terjadinya kesalahan.

“Di sebagian besar wilayah akan menjadi masalah jika gaji perawat tidak naik. Selain repot untuk merekrut tenaga baru karena banyak yang ingin pindah, produktivitas dan kualitas pelayanan juga akan menurun,” ungkap Prof Carol Propper dari University of Britol.

Berdasarkan data tahun 1997-2005, ada 12.500 orang per tahun yang meninggal karena serangan jantung. Menurut Prof Propper, 400 di antaranya bisa dicegah jika gaji perawat disesuaikan dengan standar hidup setempat.

Prof Propper menambahkan, kemungkinan efeknya bukan hanya pada penyakit jantung saja. Menurutnya kondisi penyakit lain yang bisa terkena dampak adalah diabetes, stroke, dan kegawatdaruratan medis.

Namun seorang peneliti lain yang tak ingin disebut namanya membantah hasil penelitian itu. Menurutnya banyak faktor lain yang mempengaruhi tingkat kematian pada pasien serangan jantung, yang tidak diperhitungkan dalam penelitian tersebut.

Laporan penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Political Economy.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: