RUU Keperawatan Akan Disyahkan Tahun 2012 ini

17 Mar

Hasil Kunjungan Kerja Anggota Komisi IX ke daerah pada tgl 27 Februari 2012 beberapa hari yang lalu, dapat mencerahkan bagi profesi perawat di Indonesia. Salah satu anggota dewan yang merupakan Ketua Tim Panja RUU Keperawatan DPR-RI (Drs.Irgan Chairul Mahfiz.MSi) dalam kunjungan kerja tersebut mengatakan “Paling lambat akhir tahun ini RUU Keperawatan akan disyahkan menjaddi UU Keperawatan”….pada kesempatan itu pula disampaikan bahwa potensialnya tenaga perawat maka perlu diberikan perlindungan.

Hasil kunjungan kerja DPR-Ri khususnya Komisi IX di beberapa daerah bertujuan menari masukan dan juga melihat kondisi perawat yang ada didaerah. Urgensi UU bagi perawat adalah merupakan ha yang sangat wajar, karena perawat merupakan Profesi kesehatan yang peran dan fungsinya tidak bisa dipandang sebelah mata. Hak dan kewajiban sebagai sebuah profesi harus mendapat kesamaan dan pengakuan yang sama karena orientasinya addalah sama yaitu menyehatkan seluruh umat manusia seperti profesi kesehatan lainnya.

baca selengkapnya di sini

sumber : http://www.inna-ppni.or.id

 

Rekrutmen Petugas Kesehatan Haji 2012

28 Feb

Pendaftaran online Petugas Kesehatan Haji 2012 telah dibuka sejak hari ini 28 Pebruari dan ditutup 05 Maret 2012.

Ada yang berminat silakan klik disini

Permenkes terbaru tentang Registrasi Tenaga Kesehatan

31 Des

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1796/Menkes/Per/Viii/2011 Tentang Registrasi Tenaga Kesehatan, merupakan pengganti dari Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 161/Menkes/Per/I/2010 Tentang Registrasi Tenaga Kesehatan.

Permenkes tersebut menegaskan bahwa setiap tenaga kesehatan wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) sebelum tenaga kesehatan tersebut melaksanakan tugas keprofesiannya.
Beberapa point penting yang harus menjadi perhatian bagi kita, perawat  adalah sebagai berikut:
1.    Bagi seluruh Lulusan pendidikan keperawatan sebelum tahun 2012, maka STR dapat diperoleh tanpa harus melakukan Uji Kompetensi dan berlaku selama 5 (lima) tahun sedangkan bagi lulusan minimal tahun 2012, untuk mendapatkan STR harus melalui Uji kompetensi.

2.    Untuk mendapatkan pemutihan STR tersebut,setiap tenaga kesehatan mengusulkan permohonan kepada Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) melalui Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi (MTKP)  dengan melampirkan hal-hal sebagai berikut :
1.Fotokopi KTP 1 lembar
2.Fotocopy Ijazah (legalisir) rangkap 2
3.Pas Foto ukuran 4×6 latar belakang merah,sebanyak 4 lembar
4.Surat Ijin Kerja ( bila ada) sebanyak 2 lembar

Bagi Perawat di masing-masing Provinsi, silahkan berkoordinasi dengan PPNI, baik di komisariat maupun di kabupaten kota untuk melakukan pengajuan STR secara kolektif

3.    Pengurusan STR ditidak dipungut biaya sepeserpun

Dengan berlakunya Permenkes ini minimal 1 tahun setelah diundangkan atau setelah tahun 2011, maka bagi tenaga kesehatan  yang akan melakukan perpanjangan STR dilakukan melalui partisipasi dalam kegiatan pendidikan dan /pelatihan serta kegiatan ilmiah lainya sesuai dengan bidang keprofesianya.

Sebagaimana tercantum dalam BAB II pasal 5 bahwa partisipasi tenaga kesehatan tersebut dapat digunakan sepanjang telah memenuhi Persyaratan perolehan Satuan Kridit Profesi. Perolehan Satuan Kridit Profesi harus mencapai minimal 25 (dua Puluh Lima) Satuan Kredit Profesi Profesi) selama 5 (lima) tahun.

Untuk informasi detail, silahkan download  PMK No. 1796 ttg Registrasi Tenaga Kesehatan

Sumber : http://www.inna-ppni.or.id

Gaji Perawat Pengaruhi Tingkat Kematian Pasien Jantung

10 Jun

London, Jika kesejahteraan perawat ditingkatkan, kematian pada pasien yang mengalami serangan jantung bisa ditekan. Setidaknya ini terungkap dalam sebuah penelitian di beberapa rumah sakit pemerintah milik Inggris.

Dikutip dari Telegraph, Minggu (16/5/2010), peneliti dari University of Bristol dan London School of Economics membuktikannya dengan mengamati perbedaan gaji perawat di beberapa rumah sakit National Health Service (NHS) dibandingkan gaji karyawan swasta di wilayah yang sama.

Ternyata, semakin besar perbedaannya maka semakin tinggi tingkat kematian pada pasien yang mengalami serangan jantung. Setiap kelipatan 10 sen pada selisih gaji, tingkat kematian meningkat 7 persen.

Di Inggris, perawat yang bekerja untuk pemerintah mendapat gaji yang sama di semua kota atau wilayah. Hal ini menjadi masalah bagi yang bertugas di wilayah tenggara, karena biaya hidupnya relatif paling tinggi dibandingkan wilayah lain.

Menurut para peneliti, perawat yang merasa kurang sejahtera cenderung memilih untuk pindah ke wilayah yang standar hidupnya lebih rendah. Akibatnya daerah makmur hanya mendapat tenaga perawat yang kurang berpengalaman.

Faktor lain yang terungkap adalah beban kerja yang cukup berat di beberapa rumah sakit. Kondisi kelelahan ketika menjalankan shift tambahan membuat para perawat kelelahan dan memicu terjadinya kesalahan.

“Di sebagian besar wilayah akan menjadi masalah jika gaji perawat tidak naik. Selain repot untuk merekrut tenaga baru karena banyak yang ingin pindah, produktivitas dan kualitas pelayanan juga akan menurun,” ungkap Prof Carol Propper dari University of Britol.

Berdasarkan data tahun 1997-2005, ada 12.500 orang per tahun yang meninggal karena serangan jantung. Menurut Prof Propper, 400 di antaranya bisa dicegah jika gaji perawat disesuaikan dengan standar hidup setempat.

Prof Propper menambahkan, kemungkinan efeknya bukan hanya pada penyakit jantung saja. Menurutnya kondisi penyakit lain yang bisa terkena dampak adalah diabetes, stroke, dan kegawatdaruratan medis.

Namun seorang peneliti lain yang tak ingin disebut namanya membantah hasil penelitian itu. Menurutnya banyak faktor lain yang mempengaruhi tingkat kematian pada pasien serangan jantung, yang tidak diperhitungkan dalam penelitian tersebut.

Laporan penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Political Economy.

Bidan, Perawat & Semua Tenaga Kesehatan Harus Punya Izin Praktik

10 Jun

Jakarta, Tenaga kesehatan seperti bidan, perawat, apoteker, sanitarian, ahli gizi, petugas Kesehatan Masyarakat (Kesmas), dan analis laboratorium diharuskan memiliki izin praktik mulai 2011.

Selama ini tenaga kesehatan yang diwajibkan punya izin praktik hanya dokter dan dokter gigi. Nantinya tenaga kesehatan yang belum memiliki STR (Surat Tanda Registrasi) layaknya dokter tidak boleh praktik dan bekerja di pelayanan kesehatan serta diragukan kualitasnya.

“Di tahun 2011, semua tenaga kesehatan terutama tenaga strategis seperti bidan perawat harus memiliki STR dan izin praktik. Ini dilakukan untuk memenuhi kualitas dan menyamaratakan standar tenaga kesehatan di seluruh Indonesia,” ujar Dra. Meinarwati, Apt, Mkes, Kepala Pusat Pemberdayaan Profesi dan Tenaga Kesehatan Luar Negeri PPSDM Kesehatan, di Gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (10/12/2010).

Menurut Dra Mei, sekarang ini belum ada standar yang dapat memenuhi kualitas tenaga kesehatan di Indonesia. Selain itu, tenaga kesehatan juga belum memiliki STR (Surat Tanda Registrasi) layaknya dokter dan dokter gigi.

“Sekolah perawat dan bidan kan banyak di Indonesia, tapi tidak semua terakreditasi dengan baik. Jadi dengan ditetapkannya regulasi ini, akan membuat sekolah-sekolah tenaga kesehatan untuk dapat meningkatkan mutunya. Selain itu juga menjamin kompetensi tenaga kesehatan yang bekerja di pelayanan kesehatan,” jelas Dra Mei lebih lanjut.

Selain meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang diberikan tenaga kesehatan, peraturan ini dapat melindungi masyarakat atas tindakan yang dilakukan tenaga kesehatan, juga memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang dilayani dan tenaga kesehatan itu sendiri.

Dengan adanya peraturan baru ini, nantinya tenaga kesehatan yang baru lulus pendidikan tidak bisa langsung bekerja atau membuka praktik sendiri. Semua tenaga kesehatan harus mengikuti uji kompetensi dan teregistrasi untuk mendapat STR dan lisensi berupa Surat Izin Praktik (SIP) dan Surat Izin Kerja (SIK).

“Nantinya semua standar kompetensi tenaga kesehatan akan sama di seluruh Indonesia, jadi tidak ada yang meragukan tenaga kesehatan lagi. Tenaga kesehatan di Papua juga bisa bekerja di Jawa dan Sumatera bila punya STR dan izin praktik,” lanjut Dra Mei.

Menurut Dra Mei, seluruh tenaga kesehatan harus melakukan uji kompetensi, terutama bidan dan perawat yang sangat diperlukan dan juga sangat mempengaruhi pencapaian MDGs (Millennium Development Goals).

Tenaga kesehatan yang harus memliki STR adalah sebagai berikut:

  1. Bidan
  2. Perawat
  3. Apoteker
  4. Sanitarian
  5. Ahli Gizi
  6. Petugas Kesehatan Masyarakat (Kesmas)
  7. Analis Laboratorium

Sumber : http://health.detik.com

PERAWAT MENDOMINASI TENAGA KESEHATAN

19 Mei

Perawat di Indonesia, jumlahnya paling banyak bila dibandingkan dengan tenaga kesehatan lainnya, sehingga perannya menjadi penentu dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan baik di Puskesmas maupun di rumah sakit, ujar dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS, Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan (BUK) Kemkes pada temu media di Jakarta tanggal 6 Mei 2011.

“Di era globalisasi dampaknya sangat besar, karena itu para perawat harus dapat bersaing secara profesional. Hal itu bisa dicapai, bila para perawat terus meningkatkan profesionalisme melalui pendidikan dan pelatihan”, ujar Dirjen BUK.

Diakui oleh Dirjen BUK bahwa, sebagian besar atau 80 persen perawat yang bekerja di rumah sakit vertikal berpendidikan Diploma III, Diploma IV 0,5 persen, Sarjana Strata Satu Keperawatan 1 persen, Ners 11 persen, dan Sarjana Strata Dua  0,4 persen. Sedangkan perawat yang berpendidikan Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) sebanyak 7 persen.

Jumlah perawat di seluruh rumah sakit berdasarkan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS Tahun 2000) sebanyak 107.029 orang. Sedangkan jumlah perawat yang bekerja di Puskesmas berdasarkan Profil Kesehatan Tahun 2009 berjumlah 52.753 orang.

Direktur Keperawatan dan Keteknisan Medis Ditjen BUK, Yuti Suhartati, S.Kp., M.Kes. menambahkan, tenaga keperawatan mempunyai kontribusi besar dalam mencapai kinerja Puskesmas dan Rumah Sakit. Karena itu, mutu tenaga perawat akan terus ditingkatkan profesionalismenya secara berkesinambungan.

Menurut Yuti Suhartati, program prioritas pelayanan keperawatan meliputi pengembangan sistem pemberian pelayanan keperawatan professional, pengembangan manajemen kinerja klinik bagi perawat dan bidan, penguatan emergency nursing terkait dengan bencana, pengembangan jenjang karir perawat rumah sakit, revitalisasi Perkesmas di Puskesmas dan jaringannya serta pengembangan pelayanan keperawatan keluarga.

Hari Perawat Sedunia

Berkaitan dengan peringatan Hari Perawat Sedunia atau International Nurses Day (IND) yang diperingati tanggal 12 Mei, akan dilakukan berbagai kegiatan. Tahun 2011, IND mengangkat tema Closing the Gap: Increasing Access and Equity Through Nursing Services. Tema ini menekankan, agar perawat berperan aktif mewujudkan pelayanan kesehatan yang setara dan adil, serta terjangkau masyarakat.

“Sebagai bagian dari komunitas dunia, perawat Indonesia juga turut memperingati IND. Peringatan tahun ini dikaitkan dengan tujuan pencapaian target MDGs serta percepatan pencapaian pelayanan kesehatan kelas dunia,” ujar Direktur Bina Pelayanan Keperawatan dan Keteknisan Medis.

Berbagai kegiatan telah dirancang diantaranya Silaturahmi Akbar Perawat Indonesia dengan tema “ Dalam Bangsa yang Sehat Terdapat Perawat yang Kuat”, Workshop Nasional Keperawatan, pengabdian masyarakat membentuk model keperawatan komunitas di 5 wilayah DKI Jakarta, Pameran Nasioal Keperawatan Indonesia, Lomba Foto Dokumen Keperawatan dan lain-lain.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, PTRC: 021-500567, atau e-mail: puskom.publik@yahoo.co.idThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ; puskom.publik@yahoo.co.idThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it , info@depkes.go.idThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it ; kontak@depkes.go.idThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it .

Hasil seleksi TKHI 2011

18 Mei

Berikut adalah calon terpilih peserta latih TKHI/PPIH Bidang Kesehatan

Silahkan kunjungi link ini

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.